Headlines News :
Made by : MF-Abdullah @ Catatan
Home » » Waspadai Virus LGBT di Manga dan Anime Kesukaan Anak Anda

Waspadai Virus LGBT di Manga dan Anime Kesukaan Anak Anda

Written By apaaja on Selasa, 18 November 2014 | 08.18.00

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Cobain baca maho sekali ..., yang R15 aja tapi jangan yang R18 :v niscaya ketagihan,” Celoteh  seorang remaja putri di sebuah situs berbagi gambar yang cukup populer di Indonesia. Nama akunnya terlihat “Islami”,  ia bisa  saja seorang muslimah.  Namun konten komentarnya itu jauh  menyimpang dari ajaran Islam. Betapa tidak, remaja yang kemungkinan masih siswi SMP itu sedang menyarankan rekan sebayanya agar membaca manga bergendre yaoi ; komik Jepang yang berisi percintaan sesama jenis alias gay. Bagaimana mungkin seorang remaja muslimah bisa jatuh cinta pada kisah demikian? Ia bahkan ketagihan.  Ketika rekannya itu menolak dengan alasan “masih normal”, gadis itu malah menjawab “kan nyobain, kalau nyaman homoan aja

Anda terkejut? Itu belum seberapa. Unsur  LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transeksual) di dalam manga atau anime adalah hal yang jamak ditemukan. Hanya karena manga berbentuk komik dan anime berbentuk kartun bukan berarti kontennya betul-betul aman bagi anak-anak.  Olehnya penting untuk mendampingi anak-anak ketika membaca atau menonton dua produk budaya Jepang tersebut. Sebab bisa saja mereka sedang menikmati manga dengan unsur yaoi atau yuri. Seperti telah disebutkan tadi, yaoi adalah jenis manga yang mengandung kisah percintaan pria gay. Yuri adalah versi lesbiannya. Karakter gay dan lesbian tidak hanya ditemukan pada serial bergendre yaoi  dan yuri. Pada serial yang “normal” pun kadang masih ada tokoh dengan penyimpangan seksual. Tokoh yang berkecendrungan transgender atau biseksual juga banyak di dunia manga dan anime.

Sebenarnya manga atau anime tidak selalu berdampak buruk. Dari dua jenis hiburan ini putra-putri kita bisa belajar banyak hal baik. Serial Naruto atau Attack on Titan misalnya mengajarkan kepemimpinan dan etos kerja khas Jepang. Aksi Luffy dan kawan-kawannya dalam One Piece bisa menjadi sumber pelajaran tentang kesetiakawanan. Tapi permisivitas orang Jepang terhadap seksualitas menyimpang ternyata tercermin pula di dalam manga atau anime. Laman wikipedia menyediakan daftar tokoh-tokoh berkecendrungan LGBT di dalam manga dan anime (http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_LGBT_characters_in_animation). Diantaranya berasal dari serial yang cukup populer di tanah air. Sebutlah  Mr 2 Bon Kurei dan Emporio Ivankov di dalam manga One Piece, Ymir dalam serial Attack on Titan, atau General Blue dalam serial Dragon Ball. Anime Sailor Moon yang pernah populer dan dibuat versi reboot-nya juga mengandung banyak karakter gay dan lesbian.   
fans sailor moon? hehe 

Usaha kampanye LGBT secara internasional memang sangat militan.  Mereka melancarkan perjuangan dalam segala ranah. di bidang politik mungkin akan mudah terdeteksi ; pengesahan RUU KKG yang di dalamnya terdapat celah bagi pernikahan homoseksual/lesbian berhasil digagalkan.  Namun kampanye LGBT melalui jalur budaya jauh lebih susah dibendung, padahal dampaknya lebih signifikan. Terutama bila yang menjadi sasaran adalah generasi muda yang masih polos. Semisal kampanye LGBT melalui manga atau anime. Lembaga sensor tidak bisa diandalkan. Melalui internet, anak-anak bisa menyaksikan anime atau manga berkonten LGBT dengan mudah. Mulai dari kisah kasih gay atau lesbian hingga konten-konten berisi adegan seksual sesama jenis yang eksplisit. Tidak ada pilihan lain bagi para orang tua kecuali lebih jeli mengawasi anak-anaknya.

Apabila orang tua lalai dan membiarkan anak-anak mereka mengonsumsi manga atau anime yang tercemar LGBT. Maka mereka harus siap menanggung konsekuensinya. Skenario terburuknya adalah anak-anak itu akan tumbuh menjadi seorang yang berorientasi seksual menyimpang. Pun bila itu tidak terjadi, mereka akan menjadi generasi yang menganggap LGBT sebagai sesuatu yang biasa saja. Bila hal tersebut terjadi, maka kampanye LGBT telah sukses besar.  Ada baiknya kita mengambil pelajaran dari negri Jepang. Dalam jejak pendapat terhadap penduduk Jepang berusia 18-25 tentang hak-hak kaum LGBT, ternyata 89% menanggapi positif. Hasil ini tentu tidak bisa dilepaskan dari manga atau anime berkonten LGBT yang menjadi konsumsi mereka selama bertahun-tahun. 

Jika fenomena ini terus berlanjut, maka tidak mustahil hal serupa akan terjadi di Indonesia. Ingatlah ucapan gadis di awal tulisan ini, apakah generasi semcam itu adalah dambaan kita? Saya rasa tidak, mereka adalah generasi dambaan aktivis LGBT. Maka waspadalah, melalui manga atau anime anak-anak anda bisa direbut oleh mereka.


Share this article :

2 komentar:

  1. Akan lebih informatif jika anda mencantumkan kepanjangan dari LGBT, meskipun mungkin sebagian pembaca sudah tahu artinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah ada masbrooo... makasih udah dibaca hehe.
      salam sama pak Afif dan segenap penghuni UNIRES, baik yg nampak maupun yg gaib hehe

      Hapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Santri Cendekia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template